Kepergian Steve Jobs, Dunia Kehilangan Jenius

Jakarta. Pernyataan belasungkawa terus mengalir dari seluruh dunia atas kepergian pendiri Apple, Steve Jobs. Para pemimpin Amerika Serikat menyampaikan pujian padanya.

Michael R. Bloomberg, walikota New York City, menyamakan Jobs dengan penemu dan ilmuwan terkemuka dunia, Thomas Alva Edison dan Albert Einstein.

“Malam ini, Amerika kehilangan seorang jenius yang akan dikenang bersama Edison dan Einstein, dan ide-idenya akan membentuk dunia selama generasi-generasi mendatang,” demikian Bloomberg seperti dilansir AFP, Kamis (6/10/2011) sebagaimana diberitakan lebih lanjut oleh detik.com.

“Malam ini Kota kita — kota yang senantiasa memiliki respek dan kekaguman atas kejeniusan kreatif — bersama-sama masyarakat di seluruh planet ini mengenang seorang pria yang hebat,” tambahnya.

Jobs meninggal pada usia 56 tahun setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit kanker pankreas yang dideritanya sejak 2004. Raksasa teknologi komputer dan smartphones Apple mengumumkan kematian Jobs dalam sebuah pernyataan.

“Kecerdasan, semangat dan energinya merupakan sumber dari berbagai inovasi yang kemudian memperkaya dan menaikkan taraf hidup kita. Dunia menjadi jauh lebih baik karena Steve,” demikian disampaikan Apple.

Selama hidupnya, Jobs dikenal sebagai salah satu pemimpin bisnis paling terkemuka di dunia dan memperkenalkan generasi iPod serta iPhone pada dunia. Kematiannya hanya berselang sehari setelah Apple merilis model iPhone terbarunya, 4S. (Yaziz Hasan/Saintifika Indonesia/dari berbagai sumber).

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Memahami Ruang Waktu

1. Vakum Fisis

Dunia alamiah yang kita tempati, tampak seperti suatu kumpulan luar biasa dari benda-benda dan peristiwa-peristiwa. Kita rasakan peristiwa-peristiwa itu seperti teruntai dalam suatu barisan waktu yang terus-menerus. Tiap peristiwa terlihat sebagai penyebab peristiwa yang lain, dan peristiwa ini, seterusnya, menjadi penyebab peristiwa yang lain lagi. Seringkali dalam bahasa fisika pengamatan-pengamatan dilakukan ini dinyatakan dengan mengatakan bahwa dunia alamiah terkandung atau terkungkung dalam paduan ‘ruang-waktu’. Tujuan tulisan ini adalah untuk meninjau dunia alamiah itu dalam beberapa hal sehingga dapat membantu kita memahami ‘ruang-waktu’. Dengan menerangkan dan mendefinisikan ruang-waktu itu kita akan memahami dan mengerti dunia alamiah secara lebih baik. Sebelum membahasnya lebih lanjut benda-benda dan peristiwa-peristiwa itu, adalah lebih baik merenungkan lebih dahulu ruang-waktu itu sendiri. Konsep ruang-waktu mengandung esensi masalah paling mendasar yang dicarikan jawabannya oleh para fisikawan. Bagi orang awam, vakum akan dipandang sebagai suatu volume ruang yang secara mutlak tak mengandung apapun sama sekali, yaitu tiada partikel, tiada molekul, tiada materi apapun. Tetapi tidak demikian halnya bagi para fisikawan dalam memikirkan ruang vakum. Untuk melukiskan sebagian dari pengertian para fisikawan itu tentang ruang vakum, kita akan melakukan suatu eksperimen imajiner. Beberapa bagian dari eksperimen ini telah dilakukan dan diamati di laboratorium, sehingga meskipun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam eksperimen ini belum dilakukan sebagai satu eksperimen tunggal, pada prinsipnya itu dapat dilakukan. Marilah kita mulai dengan suatu kontainer ideal dengan dinding pemantul paling sempurna dari jenis terbaik yang dapat dibayangkan yang kita anggap sebagai vakum mutlak. Di dalamnya tak ada partikel-partikel ataupun radiasi yang tampak terdeteksi, karena memang sepintas lalu tampak semacam jenis vakum yang terdiri dari tak satupun secara mutlak. Eksperimen dimulai dengan menyorotkan cahaya (radiasi elektromagnetik) ke dalam kontainer vakum melalui suatu lubang kecil pada salah satu dindingnya. Karena jika disorotkan dalam jumlah kecil akan dipantulkan kembali keluar, maka cahaya harus disorotkan lebih banyak lagi secara kontinue kedalam kontainer. Selanjutnya kita menyinari kontainer dengan cahaya yang makin lama makin biru ke dalam lubang. Segera setelahnya kita akan mendapat bahwa warna cahaya yang meluncur menunjukkan bahwa temperatur vakum didalamnya naik. Dengan meningkatnya temperatur cahaya yang meluncur akan menjadi semakin biru. Segera, kita menemukan bahwa suatu vakum dapat memiliki suatu temperatur. Untuk melihat bagaimana panas vakum ini ada maka eksperimen ini dilanjutkan dengan mengirim semakin banyak lagi radiasi ke dalam kontainer pada suatu laju yang lebih cepat dari pada keluar kembali. Pada beberapa titik ruang kontainer eksperimen ini, satu foton cahaya akan bertumbukan dengan foton lain, dan dua elektron akan muncul. Salah satu dari pasangan elektron ini akan bermuatan negatif, dan yang lainnya akan bermuatan positif. Vakum yang hampa adalah tak selamanya hampa! Vakum mengandung dua partikel materi yaitu dua elektron. Dari mana elektron-elektron ini datang? Mereka tidak hadir dalam berkas cahaya, meskipun energi total yang dikandung mereka datang bersamaan dengan cahaya. Elektron adalah partikel yang sangat berbeda dengan foton cahaya. Elektron adalah bagian dari keluarga partikel yang dinamakan fermion. Mereka membawa muatan listrik dan jenis muatan lain yang dinamakan bilangan lepton, dan mereka memiliki massa yang selalu ada meski jika elektron dibuat diam. Foton cahaya adalah sangat lain. Ia adalah boson dan tidak membawa jenis muatan apapun ; dan foton keluarga partikel akan lenyap jika dibuat diam. Kita tidak menuntut untuk mengetahui jawaban lengkap atas asal muasal elektron elektron ini. Kita cenderung untuk memikirkan elektron-elektron itu selalu ada disana dalam semacam kedudukan ‘virtual’ dan dijelmakan dalam keberadaan yang dapat dideteksi melalui tumbukan tumbukan foton cahaya. Vakum dibayangkan sebagai suatu ‘kedudukan’ ruang waktu yang mengandung partikel partikel yang tak terdeteksi, dan karenanya dipikirkan sebagai suatu keadaan yang mengandung dua elektron. Dengan kata lain bahwa jika beberapa jenis aksi dikenakan pada keadaan vakum maka akan tercipta dari vakum itu dua elektron dalam suatu kedudukan partikel. Meskipun kebolehjadianya kecil tapi dari dua elektron ini dapat saja bertumbukan satu sama lain. Salah satunya positif dan satunya negatif. Pasangan elektron ini satu positif dan yang satunya negatif, Dalam beberapa cara luar biasa berbeda satu sama lain secara total dan pada waktu yang sama sangat sama. Jika terjadi tumbukan mereka akan bertransisi kembali ke keadaan vakum. Dua jenis elektron akan musnah, dan dua foton akan muncul tepat di tempat terjadinya tumbukan mereka peristiwa ini dikenal sebagai proses anihilasi materi-antimateri. Kita akan bertanya: kemana mereka pergi? adakah mereka tetap hadir dalam suatu cara yang tak dapat terdeteksi? Marilah kita mempertahankan dua elektron tadi bersaman dengan radiasi yang kita kirim ke kontainer. Anggaplah kedua elektron itu tak bertumbukan untuk suatu waktu yang lama, bersamaan dengan lebih banyak lagi radiasi di pancarkan ke dalam kontainer. Suatu proses dimana lebih banyak tumbukan antara foton berlangsung akan menghasilkan lebih banyak lagi pasangan elektron, dan tumbukan-tumbukan foton dengan elektron akan memanaskan elektron juga menghasilkan lebih banyak pasangan elektron. Pancaran radiasi dipertahankan terus kedalam ruang, untuk mendapatkan keadaan yang semakin panas hingga akhirnya ketika suatu foton bertumbukan dengan suatu elektron suatu pasangan muon positif-negatif di hasilkan. Lagi-lagi suatu yang baru didapatkan di dalam vakum dalam bentuk muon-muon tersebut, dan muon-muon ini berbeda dari pasangan elektron yang terbentuk sebelumnya. Untuk satu hal, muon adalah radioaktif. Jika ruang dipanaskan terus-menerus dengan cara mengirimkan semakin banyak radiasi ke dalam kontainer maka partikel-partikel yang disebut pi meson atau pion akan mulai muncul. Partikel atau hal baru yang lain akan di dapatkan/ di jumpai dalam kontainer dalam bentuk gaya nuklir yang sangat kuat yang mengikat mereka bersama. Pion sangat berbeda dengan muon dan elektron. Dengan pemanasan yang lanjut, akhirnya pasangan proton – anti proton dan pasangan neutron – anti neutron muncul. Kini secara keseluruhan diperoleh material dari mana semua inti atomik terbangun /tersusun. Sekarang kita dapat bertanya: dari mana partikel-partikel itu datang? “Dari keadaan-keadaan virtual di dalam vakum” jawab fisikawan. Selanjutnya kita dapat bertanya : apakah vakum benar benar hampa? Kita dapat menjawab pertanyaan itu jika kita meninjau pemunculan partikel dari suatu vakum observasi maka ia tak hampa. Jadi, jika penampakan pasangan partikel-antipartikel dapat dinamakan sebagai bukti untuk suatu vakum yang dapat terdeteksi; maka kita dapat menyimpulkan bahwa kontainer vakum penuh sesak dengan elektron, muon, proton, dan neutron, juga dengan partikel partikel lain yang tampak ketika pemanasan ruang berlanjut. Jadi kita memiliki alasan bahwa vakum tidak hanya memiliki suatu temperatur tapi juga mengandung semua jenis partikel di alam. Secara pasti tak ada suatu ruang dari ketakadaan secara mutlak! Sebagaimana telah dilihat, dengan penampakan proton dan neutron juga elektron dalam ruang, kita memperoleh material-material penting dengan mana semua unsur-unsur yang diketahui dan senyawa-senyawa (atau materi) yang dijumpai di alam terbangun. Di samping pembangunan unsur-unsur secara kontinu terjadi di dalam kontainer asli kita, di sana juga partikel-partikel akan sering bertumbukan dengan anti partikel dan musnah, menghasilkan foton di tempat itu. Bilamana suatu kesetimbangan antara materi dan radiasi elektromagnetik telah menjadi mantap, semua komponen-komponen penting dengan mana terbangun suatu bagian real dari alam semesta akan hadir. Lebih lanjut, partikel-partikel yang tercipta tadi adalah identik terhadap kawan sejenisnya di manapun di alam semesta. Elektron dan proton dalam kontainer adalah identik terhadap elektron dan proton yang ditemukan di batuan tertua atau bagian terjauh dari bintang-bintang. Kesimpulannya adalah bahwa ruang secara umum mengandung suatu kumpulan yang padat dari semua partikel yang dikenal dan bahwa partikel-partikel ini dapat dideteksi dengan bantuan radiasi elektromagnetik (cahaya). Jadi dapat dikatakan bahwa vakum fisis adalah suatu yang sangat real.

2. Cermin Ruang-waktu

Dalam pembicaraan kita tentang vakum fisis, kita menyebutkan konsep-konsep materi dan anti materi. Adalah baik menyelidiki ini lebih lanjut. Kita telah menyatakan bahwa suatu partikel adalah hanya/satu-satunya lawan dari anti partikelnya, tapi bahwa yang dua adalah sangat sama. Marilah kita meninjau suatu benda yang berada di depan cermin datar dan anggap bahwa kita dapat melihat benda juga bayangannya dalam cermin. Dalam penampakan, benda dan bayangannya adalah sangat sama,tapi dalam keadaan mereka terbalik terhadap satu sama lain dalam cara yang bagian kiri adalah terhadap bagian kanan. Bayangan mengandung cahaya dan distribusi yang sama bahwa benda mengandung cahaya tapi dalam suatu urutan terbalik. Kini misalkan di sana ada suatu benda dengan distribusi muatan listrik di atasnya, dan andaikan cermmin ditanahkan, tembaga mengkilat yang di lapisi. Lagi-lagi ada suatu bayangan optik benda yang terbalik, tapi kini bayangan juga memiliki suatu distribusi muatan sama seperti pada bendanya, terkecuali bahwa distribusi berlawanan dalam tanda listrik. Jika di sana suatu konsentrasi muatan-muatan positif pada bagian atas, di sana akan ada suatu konsentrasi serupa dari muatan-muatan negatif pada bagian atas bayangan. Pada eksperimen ini, benda adalah agak lebih dekat untuk menjadi sama seperti bayangannya, kecuali bahwa ia terbalik (Gb. 2). Dalam kasus pokok, ruang-waktu membangun beberapa macam cermin sempurna – cermin yaang memantulkan dari semua partikel fundamental dan juga membaliknya. Setiap partikel suatu “bayangan/refleksi” dalam cermin ruang-waktu sempurna ini, dan setiap sifat partikel adalah terkandung tepat dalam suatu pengertiaan terbalik dalam bayangannya. Dalam kasus ini, ia membuat sedikit perbedaan yang disebut benda dan yang disebut bayangan mereka secara eksak “sama”, tapi mereka terbalik dalam semua pengertian terhadap satu sama lain. Jadi alam dapat dipikirkan sebagai suatu yang tersusun dari suatu jumlah luar biasa dari partikel dan dalam sejumlah yang sama dari anti partikel. Ketika setiap yang dikandung dalam cermin sempurna yang disebut ruang – waktu, sesuatu boleh jadi berada pada jarak yang jauh dari yang lain, tapi keduanya adalah “dalam” cermin. Apa yang terjadi bilamana suatu benda menjadi dekat dan “bertumbukan” dengan bayangan. Kita dapat balik ke kasus bayangan-bayangan optik untuk suatu analogi. Jika kita mengamati suatu daun di atas dahan pohon dan bayangan daun dalam permukaan kolam tenang di bawah pohon, kita dapat melihat keduanya, daun dan bayangannya. Sekarang andaikan daun jatuh ke arah air. Bayangan dan daun “bertumbukan” ketika daun mencapai permukaan air. Keduanya lenyap ketika daun terbenam dan tenggelam. Pada tempat itu ada suatu lingkaran riak yang mengembang ke arah luar dari kedudukan tumbukan. Ini adalah analogi tapi suatu yang sangat berlainan. Bilamana partikel dan antipartikelnya bergabung dalam suatu tumbukan, mereka keduanya lenyap sempurna, dan beberapa foton radiasi elekromagnetik dihasilkan atau dalam beberapa kasus pion-pion terbentuk, dan ini secara cepat meninggalkan kedudukan tumbukan. Kita boleh bertanya : Dimanakah bayangan khusus dari elektron khusus ini pada ujung pensil saya? Adakah ia memiliki bayangan tunggal bersangkutan khusus? Pemikiran lebih lanjut mengingatkan bahwa semua elektron negatif adalah identik terhadap satu sama lain. Sesuatu elektron positif dapat bertindak sebagai suatu bayangan untuk sesuatu elektron negatif, dan sebaliknya. Jadi, sifat-sifat fisik materi dalam beberapa pengertian terpantulkan dalam ruang – waktu, dan refleksi-refleksi ini adalah antimateri. Kita harus menempatkan ke samping suatu sifat, bagaimanapun, untuk mana ini tidak termasuk : sifat akan kehidupan. Sifat kehidupan dengan jelas tidak terpantul” dalam ruang waktu, dan sementara itu menjadi suatu bukti sejati sifat banyak benda, jadi kehidupan tak dapat dipandang berada “dalam” ruang-waktu dalam pengertian bahwa untuk sifat-sifat fisis. Tak ada bukti untuk “antikehidupan”, kecuali hanya untuk ketakhadiran kehidupan dalam kasus – kasus tertentu.

3. Mengukur Ruang-Waktu

Kita telah mempelajari dalam kajian-kajian kita sebelumnya tentang ilmu-ilmu kealaman untuk memandang alam dalam banyak aspeknya, yang kita beri beragam nama massa, energi, gaya, momentum, muatan listrik, dan lain-lain. Adalah penting untuk diingat, bagaimanapun, bahwa tak satupun kualitas-kualitas ini pernah diukur dalam suatu penginderaan langsung. Kita harus belajar bahwa semua itu dilakukn secara mendasar dalam membuat suatu pengamatan ilmiah untuk mengukur interval-interval ruang dan interval-interval waktu. Semua kuantitas-kuantitas lain diturunkan dari ukuran-ukuran ini. Interval-interval ruang dapat diukur secara langsung dengan beberapa macam tongkat pengukur (misalnya, suatu meter pengukur), atau mereka dapat ditunjukan dengan beberapa macam skala pegas (misalnya,dengan posisi yang berubah dari suatu jarum petunjuk pada suatu skala). Metoda yang lain melakukan sutu pengukuran interval jarak adalah meninjau interval waktu untuk suatu pulsa radiasi elektromagnetik yang dipancarkan dan dipantulkan kembali. Jadi, kita mencatat bahwa di sana ada suatu hubungan/keterkaitan erat antara interval-interval waktu dan interval-interval ruang. Dalam suatu cara analog, jarak dari satu puncak ke puncak yang lain dari suatu gelombang dalam beberapa medium dapat digunakan sebaagai suatu ukuran intervaal-interval waktu (temporal). Sangat sering, akan tetapi, pengukuran suatu interval waktu dilakukan dengan mencatat posisi-posisi suksesif dari jarum-jarum penunjuk suatu jam. Sebagaimana interval-interval waktu dapat berhubungan erat terhadap interval-interval ruang, maka keadaan sebaliknya adalah benar. Pada kenyataanya semua kuantitas-kuantitas lain dari mana dibicarakan dalam fisika adalah diturunkn dari dua macam interval ini. Barangkali kita akan menjadi lebih sadar tentang metoda-metoda kita dalam melakukan pengukuran-pengukuran dasar ini. Marilah kita memandang untuk sejenak pengukuran langsung suatu interval ruang dengan menggunakan tongkat-tongkat pengukur. Suatu meter pengukur ditempatkan sepanjang interval hingga ujung nol dari meter adalah pada satu ujung interval, dan kemudian jumlah centimeter yang menempati interval dicatat. Kemudian centimeter berikutnya pada tongkat dibagi kedalam katakanlah, sepuluh (persepuluhan). Menghitung banyak interval-interval pendek ini, memberi kita desimal berikutnya. Kita tetap melakukan ini, membagi interval berikutnya ke dalam bagian-bagian dan menghitung bagian seluruhnya, mengubah instrumen kita ketika kita berjalan dari suatu meter pengukur ke suatu mikroskop, seterusnya ke suatu interferometer, hingga akhirnya sampai pada batas kemampuan kita untuk membagai interval berikutnya ke dalam bagian-bagian. Jawaban kita adalah suatu jumlah desimal, barangkali, delapan atau sembilan digit di dalamnya. Ketika batas kemampuan kita untuk membagi ruang sisa dan masih memiliki suatu kehinggaan, bilangan desimal rasional untuk suatu jawaban telah dicapai, kita menganggap bahwa, pada prinsipnya, jika kita dapat membagi dengan instrumen-instrumen yang sungguh lebih sensitif kita dapat lanjut untuk membagi interval sisa ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil lagi secara terus-menerus (ad infinitum). Kita anggap bahwa ruang yang kita ukur dengan sejumlah langkah berhingga dapat diukur dengan suatu ketakberhinggaan langkah-langkah hingga sedikit sisa dari interval menyusun (membentuk) suatu “infinitesimal”. Bagaimana kita membuat asumsi ini? Ia segera dibuat ketika pengukuran kita digunakan sebagai harga-harga numerik dalam ungkapan-ungkapan kalkulus diferensial dan integral. Kalkulus infinitesimal dengan sendirinya adalah model matematis untuk asumsi yang baru saja telah kita nyatakan. Ingatlah bahwa dalam kalkulus, ratio interval mendekati suatu limit (batas) ketika suatu interval mendekati nol. Analogi asumsi ini, seterusnya, menunjukkan bahwa ruang waktu dapat dipikirkan sebagai suatu entitas kontinu. Jadi, kita menganggap bahwa secara logis kita boleh memandang sembarang interval ruang waktu, tidak soal betapa kecil (atau infinitesimal) interval itu. Akan tetapi, kita mengingatkan kembali diri kita sendiri bahwa tak ada alasan logik untuk memandang bahwa interval-interval adalah infinitesimal lain dari pada bahwa matematika untuk menjelaskan suatu kontinu seperti itu adalah lebih sederhana dari pada matematika akan jadi (ada) jika kenyataannya di sana ada beberapa interval paling kecil tapi berhingga dari ruang-waktu. Tak ada teori koheren fisika yang telah, hingga kini, dibangun pada suatu struktur non-kontinu dan diskrit untuk ruang waktu. Adalah baik untuk mengigatkan diri sendiri, akan tetapi, bahwasanya hingga kini kita tak memiliki alasan yang memaksa untuk mengaangap ruang-waktu sebagai suatu kontinum lain dari pada keuntungan matemtika. Ada banyak untuk kita untuk mempelajari terhadap struktur ruang-waktu.

4. Materi dan Ruang-Waktu

Kita mengawali tulisan ini dengan membicarakan benda-benda material yang terkandung dalam ruang berdimensi tiga, dan ia boleh jadi bahwa barang kali (kemungkinan besar) kita menggunakan kata-kata yang kurang tepat bila kita mengatakan bahwa materi adalah “terkandung” di dalam ruang. Pernyataan ini, jika kita teliti secara hati-hati, menunjukkan bahwa manifold (paduan) ruang-waktu adalah semata-mata suatu latar belakang pasif ke dalam mana semua benda-benda material entah bagaimana terbenam. Dengan pasti ini adalah cara ruang-waktu diperlakukan dalam fisika klasik dan juga dalam filsafat klasik. Ruang dianggap sebagai suatu kontainer raksasa dari berbagai macam yang menjadikan ruang-waktu untuk benda-benda di alam semesta untuk bergerak di dalamnya dan melakukan pengaruh mutual pada satu sama lain. Akan tetapi, adalah baik untuk ditinjau, di lain pihak, jika dalam beberapa cara keberadan benda-benda material dapat ada karena “geometri” ruang-waktu itu sendiri, dan selanjutnya, bahwa materi boleh jadi hanya satu banyak sifat dari suatu ruang-waktu yang all-encompassing.Ini adalah yang diangkat Albert Einstein pada permulan abad keduapuluh dalam usahanya membangun teori relativitas umum. Ia mempostulatkan bahwa keberadaan gaya-gaya jenis apapun dapat dipandang sebagai manifestasi beberapa kelengkungan tertentu dalam ruang-waktu yang menghasilkan percepatan. Semua gaya, apakah gaya gravitasional, listrik, nuklir, dan lain-lain, adalah, barangkali, hanyalah model menguntungkan untuk suatu situasi umum yang lebih kompleks (rumit) di mana suatu kelengkungan menimbulkan massa. Konsepsi relativitas umum sebagaimana disajikan oleh Einstein diringkas secara baik oleh Erwin Schrodinger :”Aplikasi ideal, tujuan utama, dari suatu teori adalah tak lebih dan tak kurang dari pada ini: Suatu kontinum empat dimensional yang memberkatkan (endowed) dengan suatu struktur geometri intrinsik tertentu, suatu struktur bahwa didasarkan terhadap hukum-hukum geometri secara murni inheren tertentu, adalah menjadi suatu model yang cukup atau gambaran dunia nyata di sekitar kita dalam ruang dan waktu dengan semua ia kandung dan meliputi perilaku totalnya, tayangan semua peristiwa yang berjalan di dalamnya “. Ini, tentu saja suatu gambaran sangat lain dari konsep kontainer sederhana tentang ruang-waktu dengan mana kita memulai pembicaraan kita. Yang mana pandangan hubungan timbal-balik yang ada antara ruang-waktu dan materi adalah benar, jika salah satunya, adalah salah satu problem yang paling mendasar yang dihadapi fisika moderen. Ia tetap warisan untuk generasi fisikawan masa depan untuk memecahkannya. Dalam tulisan ini, kita hanya dapat membantu ilmuwan-ilmuwan masa depan itu untuk melakukan permulaan atasnya.

5. Ikhtisar

Kita telah lihat, dalam suatu pengertian paling mendasar dalam fisika suatu vakum dalam ruang-waktu adalah bukan suatu konsep kehampaan tapi mengandung sejumlah besar semua partikel yang diketahui. Cara di mana partikel-partikel ini terdeteksi melibatkan penggunaan sinyal cahaya berenergi tinggi. Juga benar bahwa tak ada alasan kuat untuk menganggap bahwa ruang-waktu dapat dibagi ke dalam interval yang kian mengecil secara tak tertentu. Ruang-waktu boleh jadi suatu kontinum, atau boleh jadi ia diskrit, dalam mana ia terdiri dari sel-sel tak dapat dibagi dalam cara apapun. Dalam interaksinya, ruang-waktu dalam suatu cara fundamental sebagai suatu cermin sempurna yang memberikan suatu bayangan sempurna dan terbalik secara sempurna untuk tiap partikel di alam semesta. Ia dapat juga benar bahwa ruang-waktu itu sendiri adalah salah satu suatu kontainer pasif untuk dunia fisis atau ia sendiri kedudukan (tempat) semua fenomena fisis dan melalui geometri intrinsiknya sendiri. (Yaziz Hasan/Saintifika Indonesia)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mengapa Bill Gates berinvestasi di energi nuklir?

Bill Gates

Seperti dilansir oleh situs Seattlepi.com pertengahan tahun lalu, Bill Gates, pendiri perusahaan raksasa peranti lunak Microsoft dan raja peranti lunak dunia, telah menyatakan komitmennya untuk menanamkan modalnya di dalam proyek pengembangan teknologi reaktor nuklir maju untuk pembangkitan listrik. Bill Gates telah berbicara banyak tentang segala sesuatunya dengan Nathan Myhrvold, mantan eksekutif teknologinya di Microsoft¸dan pendiri Intellectual Ventures LLC (IV). Menurut Myhrvold, Gates akan berinvestasi dalam proyek yang dikerjakan oleh IV, yang akan mengembangkan jenis reaktor nuklir baru yang akan menggunakan bahan bakar selain uranium diperkaya, termasuk bahan bakar bekas reaktor yang ada.
Gagasannya adalah menciptakan suatu reaktor nuklir yang lebih sederhana dan lebih murah daripada reaktor-reaktor yang saat ini beroperasi, dan menghasilkan daya secara bersih tanpa adanya masalah sampah dan ketakutan proliferasi, kata Myhrvold. Hanya masalahnya, bagi investor tradisional, proyek tersebut tidak akan segera dapat dinikmati. Perlu waktu sedikitnya 30 tahun atau lebih.
Selama kariernya, Bill Gates telah mencapai beberapa prestasi luar biasa, termasuk kekayaaan pribadi sekitar $ 58 miliar. Dia menjadi manusia terkaya di planet ini selama 13 tahun berturut-turut. Sepanjang kariernya, fokus bisnisnya berkaitan dengan peranti lunak, jasa dan solusi. Pria kelahiran Seattle, Washington, 28 Oktober 1955, ini mampu membangun Microsoft dari titik nol menjadi perusahaan dengan penjualan sebesar US$ 51,12 miliar pada 2007.
Melalui payung Microsoft ia mampu menampung 78 ribu tenaga kerja yang tersebar di 105 negara dan mendominasi pasar peranti lunak dunia.
Dengan prestasi yang sedemikian hebat, tidak mengherankan jika kedatangannya di Indonesia Mei tahun lalu disambut meriah. Tampil mengenakan batik karya Iwan Tirta, dia memberikan kuliah umumnya berjudul ‘Second Digital Decade’ di Plenary Hall Jakarta Convention Center, dihadiri 2.500 orang, mulai dari presiden, menteri kabinet, pengusaha, profesional hingga mahasiswa. Sementara ribuan lainnya lagi terpaksa gigit jari karena kehabisan tiket untuk mengikuti kuliah umum itu.
Setelah pensiun dari Microsoft, dia lebih banyak mendedikasikan waktunya dan sibuk berkecimpung di dunia filantropis melalui Yayasan “Bill and Melinda Gates” yang didirikannya tahun 2000 dengan tujuan membantu proyek-proyek peningkatan kesehatan, pengurangan kemiskinan, dan proyek yang memperluas akses masyarakat kepada teknologi. Melalui yayasannya tersebut, dia telah berupaya untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan, khususnya di negara-negara berkembang.
Salah satu aksi sosial terbarunya adalah membantu pendanaan proyek mobile banking bagi orang miskin di negara berkembang. Bill Gates telah menyatakan setuju untuk menyumbang dana $ 12.5 juta bagi proyek-proyek besar yang berlaitan dengan online banking. Proyek-proyek yang disasar adalah layanan online perbankan yang memungkinkan para pengguna ponsel bisa mentransfer uang melalui ponsel atau perangkat genggam mereka.
Bill Gates adalah seorang yang memiliki banyak rencana besar untuk masa depan. Sejak memulai perusahaannya ketika masih berusia belasan dan berada di pucuk pimpinan hanya untuk lebih dari 30 tahun, dia memiliki banyak tahun produktif potensial.
Kini dia akan fokus pada ide-ide yang berhubungan dengan kefilantropiannya, dan juga akan menghabiskan banyak waktunya dengan staf Ph.D dan para penemu di IV dalam diskusi pengembangan teknologi nuklir bagi pembangkitan listrik.
“Saya tidak akan membuat perusahaan,” Gates bertekad. “Yayasan merupakan prioritas utama. Tetapi ada beberapa hal-hal lain yang mungkin saya akan membantu. Diskusi ilmiah dengan kelompok Nahtan telah menuntun ke arah permulaan energi nuklir baru, dan saya penyokong dana dan penasihat untuk hal itu. Itu tidak perlu waktu yang lama, tetapi yang penting, energi murah ramah lingkungan merupakan sebuah terobosan yang lebih penting bagi masyarakat miskin dibanding orang kaya. Dan masyarakat miskin perlu pupuk, bibit unggul, dan juga pertanian lebih baik. Mereka tidak harus mengurangi biaya makan mereka, karena itu artinya kelaparan. Karena itu saya tertarik dalam investasi nuklir tersebut, ” demikian katanya seperti dikutip Fortune.
Bill Gates tidak saja mengakui bahwa energi murah dan mudah diakses sangat penting bagi pembangunan manusia dan pengentasan orang-orang yang miskin, yang lebih rentan daripada orang kaya bila biaya energi dan dampak lingkungan meningkat, tetapi ia juga telah mengambil langkah-langkah untuk menginvestasikan sebagian besar kekayaannya di energi nuklir sebagai salah satu sumber yang memiliki potensi untuk memecahkan tantangan yang ada.
IV telah mulai mengungkapkan rincian tentang apa yang oleh Myhrvold disebut “proyek paling ambisius” perusahaannya – jenis reaktor nuklir baru yang lebih aman dan lebih murah.
Konsep yang telah dipresentasikan dihadapan Perhimpunan Nuklir Amerika tersebut akan mengurangi kebutuhan uranium diperkaya dan daur ulang yang sangat mahal, mengurangi risiko proliferasi senjata nuklir. Perusahaan memiliki tim yang terdiri dari 30 teknisi dan ilmuwan sedang menyempurnakan konsep tersebut.
IV lebih dikenal sebagai kolektor paten teknologi dan diskusi-diskusinya untuk menghasilkan gagasan penerapan paten tersebut.
“Kami sangat serius dan datang dengan konsep yang akan memungkinkan Anda untuk menerapkan energi nuklir tanpa diperlukan pengayaan,” kata John Gilleland, manajer program nuklir di IV. “Kami memiliki kesempatan tidak biasa untuk memimpin sesuatu dengan cara yang akan memberikan dunia banyak manfaat.”
Gates telah ikut serta dalam sesi diskusi pada topik tersebut dan menyediakan sejumlah dana untuk proyek nuklir. Dia tertarik dengan reaktor nuklir sebagai sumber pembangkit listrik yang murah bagi masyarakat miskin di dunia, yang cocok dengan misi kesehatan global dari yayasan filantropisnya.
Saat ini, semua reaktor nuklir komersial adalah reaktor air ringan yang beroperasi pada uranium diperkaya. Model reaktor IV hanya akan membutuhkan sejumlah kecil uranium diperkaya saat pengoperasian awal, tetapi kemudian dapat beroperasi dengan uranium alam dan tidak dikayakan atau uranium deplesi, produk limbah pengayaan, yang berarti dapat mendatangkan jauh lebih banyak dan lebih murah pasokan bahan bakar .
Perusahaan itu juga menyelidiki thorium sebagai sumber bahan bakar reaktor. Thorium, logam radioaktif, memiliki keunggulan bahwa yang lebih banyak daripada uranium.
Dengan mengurangi kebutuhan pengolahan uranium dan transportasi, teknologi reaktor ini, secara teori, akan menurunkan risiko kecelakaan dan proliferasi senjata nuklir.
Pembangkit tenaga listrik nuklir, tidak seperti fasilitas batu bara dan gas alam, tidak menghasilkan emisi karbon, dan para penasehat di bidang kebijakan energi dan lingkungan melihatnya sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan listrik di masa depan tanpa menimbulkan pemanasan global.
Jon Phillips, direktur di Laboratorium Nasional Pacific Northwest, Richland, mengatakan energi nuklir “akan memainkan peran besar jika manajemen karbon menjadi isu pokok di masa depan.”
Tetapi Phillips berkata memperkenalkan desain reaktor baru, terutama yang beroperasi pada prinsip-prinsip yang berbeda dengan reaktor-reaktor yang sudah ada, merupakan usul penuh tantangan.
“Setiap kali seseorang mengemukakan ide baru dalam desain reaktor nuklir, mereka harus memahami bahwa keengganan pasar dan konteks peraturan pasar tersebut adalah besar,” kata Phillips. Regulator “berusaha untuk menghindari kecelakaan nuklir dan karenanya sangat telaten dalam proses tersebut.”
Katanya desain reaktor baru cenderung merupakan perubahan evolusioner dari model yang ada. Perlu bertahun-tahun untuk mendapatkan sertifikasi dan lisensi dari badan pengawas, serta perlu beberapa tahun untuk mengumpulkan dana dan melakukan konstruksi, ujarnya.
“Saya berharap mereka berhasil,” ujar Phillips. “Ini bukan seperti datang dengan paket perangkat lunak.”
Bagaimanapun proyek tersebut merupakan salah satu langkah paling visioner yang sangat diperlukan. Tentu saja, tidak perlu menunggu sampai teknologi tersebut hadir sebelum membangun PLTN-PLTN baru. Saat ini telah dimiliki pengetahuan yang cukup untuk menyimpan bahan bakar bekas secara aman untuk waktu yang sangat lama, hingga kelak reaktor-reaktor jenis baru tersebut siap menggunakannya sebagai bahan bakar dengan sumber yang melimpah. (Yaziz Hasan/dari berbagai sumber)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KEBANGKITAN NUKLIR ASIA

Di Asia, sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) baru sedang berada di ufuk kebangkitan, pertanda meningkatnya kebutuhan listrik dan ekonomi energi. Tujuh belas reaktor baru sedang dalam konstruksi dan sedikitnya sembilanbelas lebih telah direncanakan. Apa yang menggerakkan ini? Bagi Korea … Continue reading

More Galleries | Leave a comment

Hallo para ilmuwan muda!

Selamat Datang di SAINTIFIKA INDONESIA.

Dapatkan informasi terbaru perkembangan iptek di dunia dan nasional.

Posted in Uncategorized | 1 Comment